Penularan COVID-19

Human Contact

Cara penyebaran virus Corona lewat kontak jarak dekat yaitu melalui jabatan tangan, berpelukan atau aktivitas lain yang melibatkan sentuhan langsung.

Droplets Transmission

Apabila seorang penderita bersin atau batuk yang tidak ditutup, kemudian percikan tersebut mengenai permukaan benda di sekitarnya, maka orang lain yang telah menyentuh benda tersebut kemudian menyentuh bagian mata, mulut atau hidung akan dengan mudah tertular virus penyebab COVID-19

Contaminated Objects

Sebuah Penelitian mengetes ketahanan virus corona di permukaan benda mati, terutama benda-benda yang sering kita pegang sehari-hari. Ternyata hasil menunjukkan bahwa virus tersebut bisa hidup jauh lebih lama daripada di udara.

Monitoring Data COVID-19 Kabupaten Lampung Tengah

Sumber Data : Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah
Update Terakhir : 24 Oct 2020 | 10.00 WIB *Data dapat berubah sewaktu-waktu

  • Kasus Suspek
  • -
  • 7

    Kasus Baru
  • 7

    Dalam Pantauan
  • Kasus Probable
  • 8

    Total Kasus
  • 0

    Kasus Baru
  • 8

    Kasus Lama
  • Kasus Konfirmasi
  • 200

    Total Kasus
  • 2

    Kasus Baru
  • 25

    Kasus Lama

  • Selesai Isolasi
  • -
  • 167

    Konfirmasi
  • 1

    Probable
  • Kontak Erat
  • 2155

    Total Kontak Erat
  • 23

    Kasus Baru
  • 389

    Dalam Pemantauan
  • Kematian
  • -
  • 6

    Konfirmasi
  • 7

    Probable

  • Discarded
  • 2,419

    Total Discarded

Keterangan :

  • Kasus Suspek : Seseorang yang memiliki salah satu dari kriteria berikut:
    • Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal**.
    • Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA* DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19.
    • Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat*** yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan.
  • Kasus Probable : Kasus suspek dengan ISPA Berat/ARDS***/meninggal dengan gambaran klinis yang meyakinkan COVID-19 DAN belum ada hasil pemeriksaan laboratorium RT-PCR.
  • Kasus Konfirmasi : Seseorang yang dinyatakan positif terinfeksi virus COVID-19 yang dibuktikan dengan pemeriksaan laboratorium RT-PCR. Kasus konfirmasi dibagi menjadi 2:
    • Kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik)
    • Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik)
  • Selesai Isolasi : Selesai isolasi apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
    • Kasus konfirmasi tanpa gejala (asimptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dengan ditambah 10 hari isolasi mandiri sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.
    • Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang tidak dilakukan pemeriksaan follow up RT-PCR dihitung 10 hari sejak tanggal onset dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan.
    • Kasus probable/kasus konfirmasi dengan gejala (simptomatik) yang mendapatkan hasil pemeriksaan follow up RT-PCR 1 kali negatif, dengan ditambah minimal 3 hari setelah tidak lagi menunjukkan gejala demam dan gangguan pernapasan. Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria selesai isolasi pada kasus probable/kasus konfirmasi dapat dilihat dalam Bab Manajemen Klinis.
  • Kontak Erat : Orang yang memiliki riwayat kontak dengan kasus probable atau konfirmasi COVID-19. Riwayat kontak yang dimaksud antara lain:
    • Kontak tatap muka/berdekatan dengan kasus probable atau kasus konfirmasi dalam radius 1 meter dan dalam jangka waktu 15 menit atau lebih.
    • Sentuhan fisik langsung dengan kasus probable atau konfirmasi (seperti bersalaman, berpegangan tangan, dan lain-lain).
    • Orang yang memberikan perawatan langsung terhadap kasus probable atau konfirmasi tanpa menggunakan APD yang sesuai standar.
    • Situasi lainnya yang mengindikasikan adanya kontak berdasarkan penilaian risiko lokal yang ditetapkan oleh tim penyelidikan epidemiologi setempat.
  • Kematian : Kematian COVID-19 untuk kepentingan surveilans adalah kasus konfirmasi/probable COVID-19 yang meninggal.
  • Discarded : Discarded apabila memenuhi salah satu kriteria berikut:
    • Seseorang dengan status kasus suspek dengan hasil pemeriksaan RT-PCR 2 kali negatif selama 2 hari berturut-turut dengan selang waktu >24 jam.
    • Seseorang dengan status kontak erat yang telah menyelesaikan masa karantina selama 14 hari.

Pemantauan Pelaku Perjalanan Dari Luar Negeri/Area Terjangkit

Sumber Data : Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Tengah
Update Terakhir : 24-10-2020 | 10.00 WIB *Data dapat berubah sewaktu-waktu

Pelaku Perjalanan
Baru
Skrining

36,621

Orang

5

Orang

23

Orang

Data COVID-19 Kondisi NASIONAL dan GLOBAL

Rumah Sakit Rujukan COVID-19
Di Kabupaten Lampung Tengah

NO.
RUMAH SAKIT
KECAMATAN
TELEPON
1
Rumah Sakit Umum Demang Sepulau Raya Gunung Sugih 085378582172
2
Rumah Sakit Yukum Medical Center Terbanggi Besar 085273395040

Frequently Asked Questions (F.A.Q)

Pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai COVID-19
  • Apakah orang tua rentan terkena COVID-19?

    Tidak hanya manula, bahkan generasi muda pun dapat tertular COVID-19 jika tidak menjaga diri. Biasanya, manula memang rentan terkena COVID-19 dikarenakan sistem imun tubuh yang sudah tidak seprima dulu. Selain itu, manula yang memiliki riwayat penyakit seperti hipertensi, diabetes, penyakit pernapasan, atau penyakit parah lainnya memiliki kemungkinan besar untuk tertular COVID-19 akut.

  • Apakah COVID-19 perlu dikhawatirkan?

    Sebanyak 80 persen kasus COVID-19 bersifat "ringan", sehingga perawatan yang cukup dapat memulihkan mereka segera dalam waktu cepat. Namun, dikarenakan penyebarannya yang cepat, diimbau untuk tetap waspada pada penyebaran COVID-19. Jika Anda merasakan gejala-gejalanya, maka jangan ragu untuk menghubungi Hotline 024-3580713 atau ke fasilitas kesehatan terdekat.

  • Apakah COVID-19 sama dengan SARS dan MERS?

    Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV) yang berawal dari 2003 dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-CoV) pada 2012 memang sama-sama menyerang pernapasan, sama seperti COVID-19. Meskipun disebabkan oleh jenis virus yang sama, COVID-19, dan MERS serta SARS memiliki jenis virus corona yang berbeda. Dari segi penularan, COVID-19 jauh lebih pesat dibandingkan SARS dan MERS.

  • Perlukah saya menggunakan masker?

    Berhenti membeli atau menggunakan masker jika memang tidak perlu (sehat). Dikarenakan praktik beli massal, WHO sempat mengumumkan status krisis masker. Hal tersebut sebenarnya dapat dicegah dengan tidak melakukan panic buying dan hoarding. Jika Anda ingin bersin atau batuk, gunakan tisu atau siku tangan untuk menutup hidung dan mulut, bukan masker. Selain itu, jaga jarak 1 - 3 meter agar orang tidak terkena droplet dari Anda.

  • Apakah COVID-19 dapat melekat pada benda mati?

    Ya. COVID-19 dapat menempel pada benda mati atau barang selama beberapa jam atau beberapa hari jika tidak secepatnya dibersihkan dengan disinfektan. Akan tetapi, ketahanan COVID-19 menempel pada satu benda tergantung dari beberapa faktor seperti suhu, kelembapan, dan jenis permukaan. Sesudah membersihkan barang yang terpapar COVID-19 dengan disinfektan, segera bersihkan tangan dengan alkohol atau sabun. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut.

  • Apakah COVID-19 sudah ada obatnya?

    Hingga saat ini, vaksin dan obat untuk COVID-19 masih dalam tahap penelitian. Pengobatan masih berupa pengobatan suportif.

  • Apakah hewan peliharaan dapat menularkan COVID-19?

    WHO menyatakan bahwa COVID-19 tidak dapat ditularkan dari hewan peliharaan apapun, baik anjing maupun kucing. Tidak ada dasar ilmiah yang mendukung penyebaran COVID-19 lewat hewan peliharaan. Namun Anda tetap perlu menjaga kebersihan dengan rajin mencuci tangan setelah melakukan kontak dengan hewan peliharaan.

  • Apakah ada hal lain yang tidak boleh dilakukan demi mencegah COVID-19?

    Tidak merokok dan tidak menggunakan masker berlapis-lapis. Jika Anda memang mengalami gejala-gejala COVID-19, segera hubungi Hotline 024-3580713 atau laporkan diri ke rumah sakit rujukan virus corona.

  • Apakah Antibiotik efektif mencegah dan menangani COVID-19?

    Tidak. Antibiotik tidak dapat melawan virus, melainkan hanya melawan infeksi bakteri. COVID-19 disebabkan oleh virus sehingga antibiotik tidak efektif. Antibiotik tidak boleh digunakan untuk mencegah atau mengobati COVID-19. Antibiotik hanya digunakan sesuai arahan dokter untuk mengobati infeksi bakteri.

Berita COVID-19

Berita Mengenai COVID-19 Di Kabupaten Lampung Tengah.

Infografis

Infografis Mengenai COVID-19 Di Kabupaten Lampung Tengah.

Saber HOAX

Saber Hoax Mengenai COVID-19 Di Kabupaten Lampung Tengah.

Cara Cuci Tangan yang Benar

Cara sederhana yang harus dilakukan untuk membunuh virus dan kuman berbahaya adalah dengan sering mencuci tangan menggunakan sabun.
Bagaimana cara mencuci tangan yang benar agar terhindar dari virus corona?

Basahi Tangan Pakai Air dan Pakai Sabun Secukupnya

Gosokkan Telapak Dengan Telapak

Gosokkan Antara Jari-Jari

Gosokkan Pada Ibu Jari

Gosokkan Pada Punggung Tangan

Gosokkan Pada Pergelangan Tangan

Tentang Coronavirus

Gejala Coronavirus

Novel Coronavirus (2019-nCoV) adalah virus baru penyebab saluran pernafasan. Virus ini berasal dari Cina. Novel Coronavirus merupakan satu keluarga dengan penyebab SARS dan MERS.

  • Demam
  • Batuk, Pilek
  • Gangguan Pernapasan
  • Sakit Tenggorokan
  • Letih, Lesu
learn more

Layanan Telepon Darurat COVID-19

  • Anda mengalami gejala COVID-19
  • Anda baru-baru ini berkunjung ke suatu negara atau daerah dengan risiko tinggi coronavirus
  • Anda telah melakukan kontak dekat dengan seseorang dengan coronavirus

Untuk refrensi lebih lanjut kunjungi:

Kementerian Kesehatan
https://infeksiemerging.kemkes.go.id

World Health Organization
https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/events-as-they-happen